Cerita anak kosan
Sudah
hampir 6 tahun saya menjadi anak kosan dan hidup di perantauan. Sejak pertama
kali meninggalkan rumah, segalanya harus bisa saya lakukan sendiri, kuat dilakoni, lek ra kuat ditinggal ngopi. Mulai
dari berbenah diri, menyiapkan makan siang, belanja bulanan, sampai memilih
titip absen atau nggak saat malas kuliah, semuanya saya lakukan sendiri. Kalau
saat kuliah di Semarang dulu pulang ke rumah bisa setahun 2x, sekarang saat
sudah kerja malah pulang hanya setahun 1x, ehtapi tahun lalu 2x ding hahaha. Intinya,
konsultasi dengan Ibu atau Bapak di rumah hanya bisa dilakukan via daring.
Keputusan menjalani hidup sepenuhnya ada di saya, termasuk mau makan apa hari
ini.
Ini
adalah tahun kedua saya bekerja di kantor yang sama dengan tahun sebelumnya.
Seperti pegawai kantoran 8-5 pada umumnya, mencoba menu masakan baru tentu jarang
saya lakukan karena alasan klasik: waktu. Selama jadi anak kosan, menu masakan
dengan bahan pokok 3T atau tahu-tempe-telur yang diolah dengan resep itu-itu
aja sepertinya sudah beradaptasi dengan baik di lidah. Namun di tengah situasi
pandemi Covid-19 yang mengharuskan saya bekerja dari kosan (WFH/Work from
home), saya memilih memasak menu sendiri agar kualitas dan kebersihan masakan
tetap terjaga dengan baik. Hahaha! Gayanya selangit Gusti, padahal mah parno
aja kalau pesan makanan dari luar rumah. Tapi ini serius, memasak menu makanan sendiri
akan menguntungkan 2 hal: kebersihan masakan terjamin dan anak kosan jadi
menghemat pengeluaran. Sialnya, mencoba menu baru ternyata menyulitkan karena saya
tidak pernah mengeksplorasi berbagai resep. Alhasil ada Yummy App yang
menyelamatkan. Sekarang udah nggak bingung mau masak apa. Apapun bahan yang saya
punya, jadi #BebasMasakApaSaja karena ada kreasi masakan di Yummy App yang
patut dicoba.
Review Yummy App via mobile
Yummy
app adalah aplikasi resep masakan yang diluncurkan Yummy Indonesia by IDN Media
di awal Mei 2019. Dilansir dari yummy.co.id, aplikasi gawai Yummy App dan situs
yummy.co.id merupakan hasil pengembangan dari IDN Media. IDN Media sebagai perusahaan
media multi-platform untuk Millennial dan Gen Z di Indonesia menaungi Yummy, Popmama,
IDN Times, Popbela, GGWP.ID, Duniaku.com, IDN Creative, IDN Event dan IDN
Creator Network.
Yummy app menampilkan kumpulan resep makanan, resep
minuman, resep kue, resep masakan indonesia lainnya yang praktis, dan mudah hanya
dengan mengikuti 5 langkah saja. Dengan Yummy app, kita tidak lagi bingung mau
masak apa jika tanggal tua melanda. Saya
mengakses Yummy app dari telepon genggam supaya memudahkan untuk meniru ataupun
memodifikasi menu saat memasak langsung di dapur. Setelah beberapa kali mencoba
aplikasi ini, ada 5 alasan positif menggunakan Yummy app dan bagaimana ia
menyelamatkan anak kosan seperti saya, berikut di antaranya:
1. Tampilan ringan dan menarik
Yummy
app memiliki tampilan yang ringan dan mudah digunakan. Aplikasi Yummy
menggabungkan konsep desain visual yang clean dan intuitif. Apa itu intuitif? Secara
sederhana, intuitif artinya layout aplikasi Yummy bisa dimengerti dengan mudah
secara natural dan hanya dengan menggunakan insting saja. Kenapa saya katakan
demikian? Yummy app memiliki desain yang familiar atau sesuatu yang sudah
pernah saya lihat sebelumnya. Hal ini adalah poin penting bagi sebuah aplikasi,
karena kalau kita sudah familiar dengan sesuatu, tentu sudah tahu kan apa yang
harus dilakukan?
Tampilan
Yummy app juga menarik bagi pengguna pemula seperti saya. Warna oranye yang
menjadi ciri khas Yummy app membuat siapa saja mudah mengingatnya. Warna
merupakan komponen utama dalam desain aplikasi. Ketika diaplikasikan dalam
desain, kombinasi antara warna oranye dan putih memberikan makna kesegaran,
antusias, dan pembaharuan. Warna oranye yang menampilkan view kontras juga bisa
memperkuat pesan yang disampaikan dalam Yummy app, karena banyak informasi
penting dan resep yang sifatnya call to
action sehingga saya pun tidak ragu ingin mencoba menu baru.
2. Informasi lengkap
Di
Yummy app sudah tersedia dengan lengkap informasi yang dibutuhkan, mulai dari menu
apa yang ingin kita coba, bahan dasarnya, cara membuat, sampai informasi resep
(durasi memasak, porsi makan, biaya yang dikeluarkan, dan keterangan lainnya
yang membantu). Caranya cukup mudah, tinggal cari resep di kolom Cari Resep dan
Chef Yummy. Kalau mau coba cara lain, bisa juga scrolling halaman Home Yummy app. Di sana menyediakan berbagai
kategori masakan yang benar-benar bisa membantu anak kosan menemukan resep baru
yang mudah dan variatif. Ada makanan pembuka, makanan utama, makanan penutup,
makanan pendamping, sampai cemilan, bahkan aneka resep minuman pun tersedia.
Uniknya
lagi, Yummy app juga menyediakan resep-resep lainnya, seperti resep penjaga
imunitas, dessert, resep terbaru, sampai cita rasa mancanegara! Ini sih
definisi buku menu dalam satu aplikasi namanya. Kalau dulu saya masih
mikir-mikir untuk beli buku menu karena harganya yang mahal, sekarang hanya dengan
registrasi via facebook/email sudah bisa mengeksplorasi resep baru yang pas di
lidah dan di kantong hahaha.
Berhubung sudah ada kategori cita rasa mancanegara, mari ke dapur dan coba Cheesy Mashed Potato!
Berhubung sudah ada kategori cita rasa mancanegara, mari ke dapur dan coba Cheesy Mashed Potato!
Ohya,
hal penting lainnya yang tidak bisa dilewatkan adalah: Yummy app juga
menyediakan fitur blog tersendiri dengan konten-konten yang bervariasi, mulai
dari tips Yummy, resep chef favorit hingga event dan promosi yang bisa diikuti.
3. Fast loading dan responsif
Siapa
yang betah berlama-lama nonton tutorial masakan di youtube karena buffering? Tentu bukan saya dong pastinya.
Yummy app justru memiliki waktu loading yang tergolong singkat terutama saat
mengakses resep untuk mencermati masakan. Padahal Yummy app juga menyediakan
video tutorial memasak seperti halnya di youtube. Dari pengalaman saya
menggunakan aplikasi ini, Yummy app termasuk responsif. Interface Yummy app
bekerja dengan cepat. Kalau kita perlu menunggu sebuah aplikasi loading lama
pasti juga jadi malas kan?
4. Mobile-friendly
Setelah
menggunakan Yummy app dalam minggu terakhir ini, dapat disimpulkan kalau
aplikasi kreasi resep masakan Yummy termasuk kategori mobile-friendly. Bahkan dari Test Mobile Friendly, Yummy app telah
teruji mudah digunakan dalam perangkat seluler. Ya wajar saja, Yummy app
terlihat lebih rapi dengan tulisan-tulisan yang singkat dan keterangan jelas,
sehingga pengguna tidak menghabiskan waktu membaca penjelasannya. Pada bagian
Cara Memasak Resep juga ditambahkan gambar setiap tahap dan video sederhana
tinggi resolusi. Hal ini memudahkan pengguna untuk mencari menu dan resep yang
ingin dicoba. Misalnya saja, saya ingin mencoba resep Keripik Jamur sambil
membawa telepon genggam ke dapur, maka melihat step Cara Memasak Resep melalui
gambar dapat menjadi pilihan.
Test Mobile Friendly via https://search.google.com/test/mobile-friendly |
5. Bisa jadi chef ala-ala
Emangnya
hanya Arnold dan Juna yang bisa jadi chef? xixi Kita semua bisa jadi chef di Yummy
app lho!! Caranya mudah, kalau punya kreasi masakan yang baru, kita bisa
publikasi resep tersebut beserta bahan-bahan, cara memasak dan juga foto resep
di sana, lalu unggah di fitur "Upload Resep". Siapa tahu setelah
mencoba belajar memasak, kita jadi bisa dapat ide untuk menu yang menarik kan?
Ditambah lagi kita bisa mendapatkan uang tambahan Rp10.000 untuk setiap resep kreasi
sendiri yang berhasil publish. Perhitungan konversi dari jumlah resep publish
menjadi Yummy Point adalah: 1 resep publish = 100 Yummy Point = Rp10.000. Setelah
mendapatkan Yummy point kita bisa melakukan redeem poin ke akun bank kita!
Daebak! Selain itu, pengguna juga bisa memanfaatkan Fitur Ikuti Akun Teman dan
Fitur Notifikasi Interaksi saat berinteraksi dengan komunitas Yummy lho!
Resep masakan dari Yummy App yang menyelamatkan
Kalau
dulu masih sering bingung mau masak apa hari ini, bosan mengolah bahan 3T
(tempe-tahu-telur) yang itu-itu saja, maka sekarang ada Yummy App yang
menyelamatkan anak kosan. Tidak perlu bingung lagi mau masak apa, tinggal pilih
bahan yang tersedia di kulkas dan temukan inspirasi resep di menu “Masak”. Kalau
tadi memanfaatkan fitur untuk bahan yang ada di kulkas, alternatif lain yang bisa
digunakan di Yummy app yaitu filter harga. Misalnya saya hanya ada budget untuk
belanja bahan masakan sebesar Rp20.000,00, maka Yummy app akan mengarahkan
pengguna bisa memasak apa saja dengan biaya yang dipilih. Semudah itu dong!
Pusing saya.
Oke
kali ini saya mau mencoba mengolah tahu yang tersisa di kulkas. Setelah menerapkan
bahan tersebut, saya langsung menemukan menu yang belum pernah saya coba, Tahu
Domino Siram Sambal! Bahan-bahannya sudah ada dan cara membuat yang super mudah. Dulu
yang hanya familiar digoreng aja, sekarang sudah ada kreasi baru hahaha. Terima
kasih Yummy app yang sudah menyelamatkan cerita saya sebagai anak kosan. Kini saya
menemukan inspirasi dan ide untuk masak berbagai masakan dengan mudah di tengah
masa-masa sulit karantina.
Tulisan ini diikutkan dalam Blog Competition Yummy x Popmama 2020
Kenapa nggak ganti 3B aja. ( Beras, Bihun & Bakwan ) š¤£š¤£šššš
BalasHapusYaa intinya tanpa aplikasi memasak kalau sudah dirantau yaa jauh dari kata manja.šš Yang tadinya males masak malah jadi rajin memasak ketimbang makan beli terus...Bisa bolong tuh dompet.š¤£š¤£š¤£š¤£š¤£
Ngalamin juga waktu ngekost zaman kuliah dulu. Yang tadinya anti minjam demi penghematan jadi hobi pinjam-meminjam.š¤£š¤£š¤£š¤£š¤£
Eh hayuk kita juga bisa jadi chef juga kalo gitu ..., buka resep resep dari web yummy tangan kita jadi terampil ngolah masakan š
BalasHapusHalo, kak Onix š
Pa kabar ?.
Akhirnya ya kita ketemu lagi š
emang bisa masak mas him ?? :D
Hapuswah ininih yang menarik, bisa jadi chef ala-ala, meski ga begitu bisa masak yang penting berkreasi, ya gak :D
BalasHapusHi onix. Kenalan dong wkwk
BalasHapusada fitur resepnya ini berguna banget pas masa sekarang ketika sulit buat beli makanan di luar :D
BalasHapusDengan adanya YummyApp anak kos jadi betah nih, tapi kalo udh jago masak jangan lupakan masakan ibu ya nak š.
BalasHapusAplikasi isi benar2 mengerti apa yg dimaui kita ya mbak. Punya budget segini udh ada opsi masakannya. Top lah
wkwkwkw saya banget,,,kuat dilakono rakuat ditinggal ngopi....saya juga hidup jauh dari anak istri dipapua dulu...sama kayak mbaknya apa2 disiapin sendiri
BalasHapuskan kan ini yang bikin liat nya jadi pengen ikutan makan hahaha
BalasHapusoke deh aku coba donlot juga app ini, warnanya cerah ceria, bikin orang semangat masak ya
Enak juga nih ada aplikasi yang bisa bikin kita menjadi chef ala ala seperti chef juno atau chef Gozali. Coba aku cari ah aplikasinya di play store, kadang bingung juga mau makan apa hari ini, sementara dana cuma ada 20 ribu saja.:D
BalasHapusGw masak paling jago cuman Indomie pake telor. Itu aja gw udah bangganya setengah mati, wkwkwkwkwk
BalasHapusEh, gak perlu nanya mbah google nih. Uda ada Yummy App, jadi mudah..
BalasHapusDari 3T di atas, yang paling saya sukai adalah tempe dan telur. Saya memang suami gampangan, dimasakin 2 menu itu saja sama istri, saya sudah senang. Hehe.
BalasHapusHalo Mbak Onix, salam kenal ya. Semoga sukses untuk kompetisi blognya.
Aku juga pke Yummy app buat belajar bikin menu2 baru. Wkwkwk
BalasHapusBiar kl dh menikah nggak fatal2 bgt kudetnya di dunia masak. Ahahaah
Tempe hampir tiap hari ada di meja makanš