Rabu, 19 Desember 2018

Film 'Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga' Pas pada Porsinya

Gambar terkait
Source: di sini
Setelah selesai menonton premiere film Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga di Semarang, saya membatin: “Ini film terbaik Ernest!”

Dari kesempatan itu, saya ingin menuliskan bagaimana kelebihan dan kekurangan film ke-4 Ernest yang ia sutradarai sendiri. Merangkap sebagai aktor dalam film tersebut dan penulis cerita bersama istrinya, Meira, Ernest menciptakan drama komedi keluarga yang dekat dengan kehidupan kita. Masalah yang diulik sederhana, tapi ngena, dan pas pada porsinya. Tidak harus yang pelik, penonton dibuatnya hampir menangis (mungkin ada juga yang sampai menangis) karena persoalan keluarga kecil Milly dan Mamet seputar pekerjaan, perspektif dari Bapak mertua, dilema mengejar mimpi, tanggung jawab sebagai ibu atau kepala keluarga, dan rasa saling percaya. Berangkat dari aktor pendukung di AADC, kita disuguhkan karakter Denis Adiswara dan Sissy Priscillia sebagai pemeran utama yang dieksplorasi lebih dalam. Mamet yang penyayang keluarga, tanggung jawab dan ‘aku nggak jelek-jelek amat kok’. Juga didukung oleh karakter Milly yang pengertian, jujur, mom-able dan yang bilang ‘rasanya kayak kurang teri gitu’.  

Pada satu waktu, semua sudut di theater bioskop dipenuhi oleh gelak tawa, tidak sedikit penonton yang terpingkal malah sampai memukul teman di sebelahnya. Itu saya aja keknya hahaha. Namun di waktu yang lain, keheningan sangat terasa. Film ini saya ibaratkan seperti naik roller coaster, serba naik-turun, namun tidak sampai ingin muntah. Cuma rahang jadi capek aja, kita dibuat tertawa bebas, lalu terbawa dalam suasana haru.
Di bagian pembuka Denis memperkenalkan diri dengan apa adanya, memang tidak puitis seperti Rangga, tapi karakternya yang ceplas-ceplos itu selalu ditunggu, setelah ini apa lagi. Kehadiran geng Cinta di awal film juga dikemas rapi, dan ‘nyata’ bahwa mereka benar-benar melanjutkan kehidupan sampai saat ini. Bahkan scene geng Cinta terus berlanjut sampai ending, jadi bukan sekadar pemanis saja.

Komedi yang disajikan menghibur dan segar, dengan gaya yang baru namun tidak meninggalkan ciri khas Ernest, Milly & Mamet mampu mengocok perut dari awal hingga akhir film. Terutama bagian Isyana, saya ingin mengapresiasinya. Jika biasanya kita melihat Isyana yang anggun di panggung, maka di film perdananya ini ia sungguh berbeda. Meski sudah saya duga Isyana akan bermain dengan gaya cantik-cantik koplak, tapi benar-benar tidak bisa ditebak akan selucu itu.

Selamat Mas Aco sebagai komedi konsultan! Film ini sungguh ciamik!

Mengikuti film Ernest yang kedua yaitu CTS, lalu Susah Sinyal, dan terakhir Milly & Mamet, selalu ada talent yang tidak pernah absen mengisi film, seperti Aci Resti, Arafah Rianti, dan Adinia Wirasti. Tapi Ernest selalu mampu menemukan talent lain yang memberikan warna baru, seperti Eva Celia, Isyana, Yoshi Sudarso, Julie Estele, Ardit Erwandha, Melly Goeslow, dan yang lainnya. Ibarat tukang bakso, Ernest tidak cukup hanya jualan bakso saja, besoknya ia tambah pangsit di mangkok. Setelah laris, besoknya lagi ditambah dim sum, begitu seterusnya sampai saya berani memberikan nilai 8.7/10 untuk film Ernest kali ini. Porsinya benar-benar pas, ramah di lidah, perut, dan kantong.

Saya suka konklusinya, tidak mengada-ada. Dari awal karakter pemain yang ada dalam plot penutup sudah dibangun dengan kuat, hingga di bagian akhir kita dibuatnya tersenyum: “Halah, bisa aje lu Nest”

Ini adalah kali pertama saya menuliskan review film, maka bohong jika tidak ada kekurangan dalam film yang tayang perdana pada tanggal 11 Desember lalu. Dengan latar belakang kehidupan Mamet sebagai chef setelah berhenti mengurus pabrik ayah Milly, ada klimaks yang nanggung antara Mamet dan Milly. Klimaks yang disuguhkan seperti belum matang, karena menuju anti klimaks dan resolution awal dibuat dalam satu waktu yang berdekatan, sehingga saya sebagai penonton merasa itu semua terjadi terburu-buru. Scene drama antara Mamet, Milly, James, dan Alex seperti kebetulan yang disengaja dan tidak alami. Saya tidak tahu, apakah mungkin karena durasi, atau memang sengaja adegan tersebut tidak dibuat detail. Saya membayangkan, apakah dalam dunia nyata bisa terjadi hal seperti itu?

Meski demikian, film Milly & Mamet secara keseluruhan tetap pas pada porsinya. Drama komedi keluarga ini tidak wajib ditonton, namun sungguh sayang jika dilewatkan, karena kata Ernest segala sesuatu yang dipaksakan itu tidak baik. Tapi jika tidak ingin ketinggalan dengan bagian Isyana yang lucu, maka catat saja: film ini akan tayang serentak tanggal 20 Desember 2018 di seluruh bioskop kesayanganmu, menjadi film yang pas untuk mengisi waktu liburan.

Ah, satu lagi hampir saya lupa. Jika biasanya soundtrack film Ernest diisi oleh The Overtunes, maka kali ini Jaz sebagai penyanyi genre R & B dan pop melantunkan lagu Berdua Bersama dalam film Milly & Mamet. Tonton segera ya! Soalnya, aku selalu salah tingkah saat di dekatmu ~~

Setelah pulang dari bioskop malam itu, saya kini semakin mengerti maksud Ernest: Hidup ini bukan perkara durasi, tapi kontribusi. Bagaimana Ernest dan Meira mampu menyajikan sebuah karya yang kreatif, saya menjadi paham, bahwa dengan memberikan yang terbaik adalah cara yang pas untuk berkontribusi di hidup ini.

Terima kasih kalian, ditunggu film tahun depan yang lebih pecah lagi!
Mari kita prediksi jumlah penonton Milly & Mamet. 3 Juta? 4 Juta? Entahlah~




Semarang, 12 Desember 2018



Onix Octarina
Si penikmat karya


Rabu, 07 November 2018

Kebahagiaan pada porsinya

Meski aroma tanah menyeruak ke permukaan dan udara pagi sedang sejuk akibat hujan deras tadi malam, saya memulai hari dengan biasa saja. Padahal sudah begitu lama Semarang tidak dihujani lagi seperti ini, tapi tetap saja, tidak ada yang istimewa.
Meski sudah ada daftar pekerjaan yang harus saya selesaikan di kampus, saya, masih saja merasa tidak ada sukacita yang menggebu dalam dada.
Meski sebenarnya tidak ada hambatan yang begitu berarti sepanjang hari atau hal yang menjengkelkan, tapi tetap saja, seperti ada yang hilang dari dalam diri saya.

Saya menerka-nerka apa penyebab jelasnya.
Hasil gambar untuk bahagia
Source: di sini
-++-
Sekitar pukul 8 malam, saya menelepon Bapak. Rindu. Padahal baru 3 hari lalu meninggalkan Semarang, tapi sepi cepat sekali muncul. Kami selalu berbincang sederhana: bagaimana harimu, apa kabar yang baru, bangun jam berapa tadi pagi, kenapa saya tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik, dan sebagainya.

Saya selalu mengusahakan agar kami membicarakan hal-hal yang menyenangkan, pun jika ada sesuatu yang sulit maka secukupnya saja.
Di sela-sela itu, obrolan kami pelan-pelan mengarah pada peristiwa duka dari kecelakaan pesawat Lion Air JT610 sepekan lalu. Membahas ini dengan Bapak, saya selalu merinding. Mengucap syukur berkali-kali.
-++-

Cara Tuhan selalu tidak pernah diduga. Tentang apapun yang terjadi dalam hidup kita.
Ada satu hal yang baru saya sadari hal apa yang hilang dari diri saya pagi ini. 
Ya, berbahagia secukupnya. Berbahagia pada porsinya. Itu yang hilang. 

Saya seringkali protes pada Tuhan, padahal selalu dicukupkan.
saya seringkali mengeluhkan dan menuntut ini itu, merasa semuanya selalu kurang, padahal segala sesuatu sudah baik-baik saja.
Saya seringkali fokus pada hal-hal yang belum tercapai, padahal ada banyak kebaikan-kebaikan kecil yang diterima setiap hari.
Saya seringkali berambisi supaya bisa melampaui ekspektasi, padahal punya harapan saja sebenarnya sudah cukup.
Berbahagialah sesuai porsimu.

Jika kurang, maka cepat kita risau. Jika mengusahakan yang lebih, maka cepat hati kita kosong.
Bahagialah pada apa dan siapa yang masih kita punya, selagi bisa berbincang sederhana dengan mereka. 
Rasanya, setiap hari saya ingin menyampaikan terima kasih dan maaf untuk Bapak dan Ibu saya. 


Semarang, 07 November 2018
Di luar dari semua tulisan ini, saya ingin mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya untuk seluruh awak dan penumpang Lion Air JT610 serta keluarga yang ditinggalkan.
Cara Tuhan selalu tidak terduga, senantiasalah berbaik sangka padaNya. Ia selalu menemukan langkah, merencanakan yang terbaik bagi kebahagiaan kita semua, umatNya.

Selasa, 23 Oktober 2018

Setiap orang punya alasannya sendiri

Gambar terkait
Sumber gambar: di sini
Kadang kala kita kerap lupa, menghakimi orang lain merupakan salah satu cara agar kita bisa merasa lebih baik, hingga tak dapat dipungkiri sudah menjadi kebiasaan. Entah penghakiman seperti netizen kebanyakan –yang sekedar argumen tanpa fakta lalu dibumbui api supaya memanas-, atau seperti akun gosip Lambe Turah –yang makin dibahas makin seru, padahal belum tentu demikian keadaannya-.

Apakah setiap orang punya cara tersendiri untuk bahagia? Jika iya, maka setiap orang punya alasan tersendiri pula untuk hal-hal yang ia lakukan. Adalah haknya, apabila alasan tersebut tidak diumbar. Bukan kewajibannya pula untuk memuaskan pertanyaan-pertanyaan dalam kepala orang-orang.

Belakangan ini, setelah baru saja menyelesaikan proses skripsi, saya mengetahui sebuah fakta. Salah seorang teman di kampus yang tak kunjung juga mendekati sidang proposal (sidang pertama untuk mengajukan penelitian) berada di salah satu toko yang berada tidak jauh dari kampus.
Pertanyaannya, sedang apa? Bukan sebagai pelanggan, melainkan pegawai. Yang orang-orang ketahui dan simpulkan adalah, Ah si anu kan emang gitu orangnya, tau sendiri lah ya. Atau: kok lama banget ya dia belum proposal? Ngapain aja sih, padahal dosbingnya enak banget.

Bisa tebak apa yang membuat saya makin heran? Setelah beberapa hari dari mengetahui hal itu, saya melihatnya di salah satu franchise minuman. Benar, bukan sebagai konsumen, melainkan penjual. Saya tidak bisa memastikan apakah benar ia bekerja pada 2 jenis usaha atau tidak. Namun, satu saja yang pasti bahwa setiap orang punya alasannya tersendiri: mungkin untuk bertahan atau berusaha menghadapi.

Semoga, kalimat ‘ngapain aja sih dia’ tidak lagi ada dalam peredaran.



Salam,

Dari yang sempat berpikir kalimat tersebut.
OS

Sabtu, 29 September 2018

Biarkan Batik Melekat Erat di Setiap Generasi

MERAYAKAN WAKTU LUANG
Seni merayakan hidup adalah menikmati setiap waktu yang kita punya. Tidak ada cara yang benar atau salah. Ada yang bahagia ketika hari libur hanya leyeh-leyeh di kamar sambil mendengarkan musik kesayangan lalu berganti menonton film jika sudah bosan, ada yang melakoni hobi seperti menulis atau memasak sepanjang hari hingga lupa kalau ia punya waktu 24 jam saja, ada juga yang merasa cukup jika hanya duduk di samping ayah ibu bercerita ini itu tanpa kenal waktu sambil menyeruput kopi kesukaan, atau ada pula yang bahagia dengan menjajaki tanah rantau seperti saya dan kawan-kawan barang sehari saja.
Saya dan kawan-kawan di Kampung Batik Semarang
Sumber: dokumentasi pribadi
Kami anak rantau, punya waktu setiap hari kapanpun untuk keliling Kota Semarang jika mau, tapi tidak kami lakukan. Seni merayakan waktu luang tidak selalu dengan melakukan perjalanan, entah itu dengan jarak jauh atau tidak. Setiap orang, termasuk saya tentu punya ruang masing-masing.
Untuk kali ini, sebagai mahasiswa akhir yang kira-kira 17 Agustus tahun depan kemungkinan tidak lagi bisa merayakan di tanah rantau, maka kami memutuskan untuk mencari momen unik hari kemerdekaan di Kampung Batik Semarang. Kampung ini terletak di gang dengan Gapura Besar bertuliskan Jl. Batik, Bubakan.
Nuansa Kampung Batik Semarang
Sumber: dokumentasi pribadi
Lokasi Kampung Batik Semarang dengan wajah barunya berada dekat dengan Kota Lama dan Pasar Johar. Tanpa memasang ekspektasi berlebih. Tanpa berpikir bahwa Kampung Batik akan begini dan begitu. Kami justru menemukan euforia di sana seperti kebahagiaan sederhana kala merayakan lebaran di kampung halaman. Disambut baik oleh warga, menghabiskan waktu tanpa terasa, dan menikmati nuansa batik yang disuguhkan lewat corak di dinding, meski terik di siang hari awalnya bikin kami cranky. Setelah bertanya-tanya dengan Bapak yang melukis corak batik di sana, ternyata tidak hanya asal gambar, lukisan di dinding berisi cerita pewayangan dan legenda asal-usul Kota Semarang. Dari hal tersebut saya menjadi tahu, bahwa Pesona Indonesia tidak berhenti pada kain Batik saja, melainkan pesona Batik bisa diperkenalkan pada khalayak lewat kampung wisata bertema yang sama. Ini menjadi salah satu cara agar Batik dan budayanya senantiasa melekat erat di setiap generasi, apalagi generasi z dan milenial yang kini aktif di media sosial. Kebanggaan itu bisa kita bagikan lewat kanal pribadi masing-masing dengan ceritanya yang unik, bukan?
Peta Kampung Batik Semarang
Sumber: dokumentasi pribadi
Nuansa Kampung Batik Semarang
Sumber: dokumentasi pribadi
Hingga menjelang sore, kami habiskan waktu di sana dengan memburu foto-foto autentik. Siapa bilang konsep Batik akan membuatmu terlihat tua? Nuansa warna-warni di Kampung Batik tidak membatasi siapapun dari kalangan usia. Anak-anak, muda, tua, menikmatinya.
  
KAMPUNG WISATA BATIK CIREBON
Lantas, apakah memburu foto instagramable sambil mengenal sejarah Batik Indonesia hanya bisa dirasakan di Kota Semarang saja?
Tentu tidak. Ada begitu banyak kampung wisata batik yang dibangun di berbagai wilayah Nusantara.
Dilansir dari infobatik.id, salah satu daerah terbaik dengan desa wisata batik khas Indonesia adalah Kampung Batik Trusmi Cirebon yang berada di Desa Trusmi, terletak sekitar 4 KM sebelah barat pusat kota sebagai jantung dari produksi Batik Cirebon. Bukan hanya dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki tempat wisata budaya yang menarik untuk menjadi tempat plesiran, Cirebon memiliki destinasi wisata menarik di setiap sudut untuk ditelusuri. Wisata Batik Trusmi saat ini menjadi Wisata Cirebon yang wajib dikunjungi bagi para pemburu batik. 
Gambar terkait
Berburu Batik di Kampung Batik Trusmi
Sumber: di sini
Desa Batik Trusmi di Cirebon adalah destinasi yang lengkap. Wisatawan tidak hanya menikmati nuansa Batik saja, tapi juga wisata kuliner sampai memborong oleh-oleh di dalam satu kawasan. One stop destination, menjadi konsep Desa Batik Trusmi saat ini. Yang tadinya sebuah desa pengrajin batik yang mungil, wisata Batik Trusmi menyebar ke desa tetangga, diikuti pertumbuhan kawasan wisata dengan aneka fasilitas wisatanya.

Wisata Batik Trusmi Cirebon
Sumber: di sini
Kalau wisata ke Desa Batik Trusmi, ada banyak pilihan destinasi wisata kuliner yang bisa kita coba. Biasanya wisatawan berkunjung ke kawasan wisata kuliner Empal Gentong khas Cirebon di Battembat, di ujung kawasan Desa Batik Trusmi sebelum memasuki wilayah pusat Kota Cirebon. Pilihan menunya ada Empal Gentong alias soto daging yang berkuah santan, Empal Asem yang berkuah bening, sate dan Nasi Lengko yaitu nasi dengan tahu tempe disiram bumbu kacang. Jika berburu batik sampai malam, ada tambahan wisata kuliner khas Cirebon yaitu Bubur Sop Ayam. Ini adalah perpaduan yang unik, bukan? Melihat konsep one stop destination seperti ini, siapa yang tidak ingin ke Kampung Batik Trusmi?

BT BATIK TRUSMI
Di Kampung Batik Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon menyuguhkan beragam hal unik, sebab di sana terdapat nuansa kain berpola khas Nusantara yang bisa dirasakan. Sambil mengenal sejarah Batik Cirebon, menikmati wisata kuliner, kita juga bisa belanja batik khas Cirebon dan belajar membatik di BT Batik Trusmi di Jalan Syekh Datul Kahfi No. 148, Plered, Weru Lor, Weru. 
Logo BT Batik Trusmi
Sumber: di sini
BT Batik Trusmi adalah salah satu sentra Batik terbesar di Cirebon, bahkan di Indonesia. Namanya pernah tercatat dalam rekor MURI pada 2013. Dari segi desain dan filosofi, Batik Trusmi konsisten dengan motif tapi sangat terbuka dengan modifikasi. Batik yang dijual adalah batik khas Cirebon yang sarat pola Mega Mendung. Motif awan Mega Mendung merupakan akulturasi budaya China dan Islam sejak era Wali Songo. Motif ini terus dijaga sampai sekarang, namun kemudian lahir aneka variasi warna, motif dan bahan. Produk turunan mulai aneka jenis busana, sampai pernak-pernik batik juga tersedia. Harga yang dibanderol untuk batik itu beragam, mulai yang puluhan ribu sampai ratusan ribu, cocok untuk dijadikan oleh-oleh. 
Hasil gambar untuk KAMPUNG WISATA BATIK TRUSMI
Sentra Batik BT Batik Trusmi
Sumber: di sini
Batik Cirebon motif Mega Mendung merupakan salah satu Batik Indonesia yang diakui sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO. UNESCO mencatat bahwa batik adalah identitas budaya Indonesia. Makna simbolik warna serta motifnya menunjukkan kreativitas dan spiritualitas masyarakat Indonesia.
Jadi tidak perlu khawatir lagi ya. Jika ingin memburu foto unik, menikmati nuansa kampung batik, belanja oleh-oleh Batik sekaligus menjajaki wisata kuliner, kita bisa berkunjung ke Kampung Batik Trusmi kalau sewaktu-waktu liburan ke Cirebon.
Hasil gambar untuk bt BATIK TRUSMI store
Toko BT Batik Trusmi
Sumber: di sini
WHEN TRADITION MEETS MODERNITY
Batik sudah melekat pada saya selama masa perkuliahan, mulai saat menjadi mahasiswa baru, sampai berada di semester tua. Bagi saya, Batik lebih baik menjadi outfit untuk mencari ‘aman’ jika kehabisan ide. Entah itu untuk mengikuti kuliah di kampus, menghadiri acara resmi, atau di saat kuliah lapangan ke Bangkok tahun 2016 lalu. Demi menjaga ciri khas, saya memilih Batik untuk terlihat berbeda. Sayangnya, masih banyak anak muda yang menganggap bahwa mengenakan Batik akan terlihat tua atau dikira mau ke kondangan hahaha.
Memakai Batik mulai dari buluk sampai tetap buluk :D
Foto 1-3: Masih maba-semester 2-saat Kuliah Lapangan
Sumber: dokumentasi pribadi
Di Kampung Trusmi, ada lebih dari 1.000 perajin batik yang bekerja setiap hari untuk menghasilkan karya-karya yang menawan. Batik di Trusmi ini lebih modern jika dibandingkan dengan batik-batik daerah lain. Fakta uniknya, BT Batik Trusmi menarget para pembeli muda untuk memilih memakai batik dengan corak dan warna yang cerah.

When tradition meets modernity, BT Batik Trusmi mampu mengikuti perkembangan zaman melalui desainnya yang unik dan modelnya yang adaptif. BT Batik Trusmi berupaya agar Batik melekat pada setiap generasi, muda ataupun tua tidak enggan mengenakan Batik. Untuk outfit anak muda supaya tidak terlihat tua atau dikira mau ke kondangan, Batik akan lebih baik dipadupadankan dengan cara berikut ini.
Outfit untuk wanita:
1.      BOLERO TROPIS KLASIK SOGAN
Bolero Tropis Klasik Sogan adalah batik asli produksi Desa Trusmi dengan motif klasik sogan kawung cocok digunakan sebagai pakaian kantor atau acara resmi. Dipadukan dengan celana bahan juga oke. 

BOLERO TROPIS KLASIK SOGAN
sumber: di sini
2.      ADOREA MONOCHROMIC VEST
Adorea Monochromic Vest yang terbuat dari bahan katun dengan motif batik abstrak kombinasi kawung yang nyaman dan bahan yg adem. Cocok dikenakan sebagai pakaian kantor, pesta dan hang out.
ADOREA MONOCHROMIC VEST
ADOREA MONOCHROMIC VEST
sumber: di sini
3.      DRES MEJIKU
Dress Mejiku yang terbuat dari bahan katun tenun dengan kombinasi warna pelangi dengan bahan yg adem sehingga sangat cocok dikenakan sebagai pakaian kantor, pesta, sehingga terlihat elegan ketika dipakai.
DRES MEJIKU
DRES MEJIKU
sumber: di sini
Bagi teman-teman yang mengenakan hijab, jangan khawatir karena outfit untuk kalian juga ada lho.
1.      JUMPSUIT LIRIS HITAM
Jumpsuit Batik Daun yang terbuat dari perpaduan bahan shifon dan paris yang nyaman dan bahan yg adem dan jatoh. Cocok dikenakan sebagai daily outfit.

JUMPSUIT LIRIS HITAM
sumber: di sini
2.      BLAZER RANGRANG PELANGI
Blazer Rangrang Pelangi adalah batik asli produksi Desa Trusmi dengan menggunakan bahan dasar dobi yang terbuat dari bahan katun polyester dan motif Tribal berwarna ungu kombinasi biru dan putih yang di desain khusus oleh perancang busana kami menjadikan pemakain batik ini terlihat elegan.
BT BATIK TRUSMI BLAZER YK RANGRANG
BLAZER RANGRANG PELANGI
sumber: di sini
Atau kalau sedang tidak ingin mengenakan Batik, kamu juga bisa menambah syal/scraft Batik Cirebon Mega Mendung Wanita. Syal sutra ini cocok digunakan sebagai hiasan leher saat bersantai di pantai atau untuk dipadupadankan dengan pakaian harian.
Scraft Batik Cirebon Mega Mendung Wanita
Outfit untuk pria:
1.      BATIK MEGA MENDUNG MERAK
Batik Mega Mendung Merak terbuat dari kain katun yang lembut. Kemeja batik lengan panjang ini merupakan produk batik asli produksi Desa Trusmi Cirebon, dipadu dengan menggunakan motif khas batik Indonesia. Dapat digunakan untuk kegiatan sehari-hari maupun untuk kegiatan formal.

BATIK MEGA MENDUNG MERAK
sumber: di sini
2.      BATIK HEM SOGAN MEGA MENDUNG
Batik HEM Sogan Mega Mendung terbuat dari bahan katun halus dengan proses batik cap kombinasi tulis. Kemeja batik lengan pendek ini diproduksi langsung dari pengrajin Desa Trusmi yang membuatnya terlihat elegan dan cocok untuk dipakai kegiatan formal.

BATIK HEM SOGAN MEGA MENDUNG
sumber: di sini
Untuk melihat lebih banyak katalog, sila kunjungi di sini
Abis nulis ini saya jadi khawatir, jangan-jangan malah saya borong membeli Batik Trusmi! Jangan sampai ketinggalan ya kankawan! Mumpung masih September, masih ada kesempatan buat memborong Batik di BT Trusmi untuk dikenakan tanggal 2 Oktober nanti dalam menyambut Hari Batik Nasional hehe.

BT Always Batik, bangga memakai produk-produk batik buatan Indonesia, kurangi rasa gengsi, tinggikan rasa bangga, dan mari lestarikan budaya. Biarkan batik melekat di setiap generasi di Indonesia.

Sumber pendukung:
https://www.msn.com
https://travel.detik.com
https://jakrapp.id/
http://mommiesdaily.com

Diberdayakan oleh Blogger.