Senin, 15 Juni 2020

Meracik 6 bumbu utama untuk memaksimalkan teknologi di tengah pandemi

Kalau ada yang bertanya “Apa yang membuatmu betah di rumah aja selama masa karantina?” Maka akan saya jawab tanpa ragu: “Kemudahan internet dan keberadaan gadget.” Mungkin kalau tanpa kehadiran keduanya, saya bisa mati kutu di kosan karena nggak tau harus ngapain lagi. Situasi Pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita semua untuk berada di rumah secara tidak langsung memaksa kita untuk berpikir kreatif. Hari ini ngapain ya? Besok ngapain lagi? Dan seterusnya sampai hari ini.   
Ada apa dengan milenial dan Revolusi Industri 4.0?
Kemudahan teknologi itu menyenangkan. Semua pekerjaan yang dulu perlu pengorbanan terkait jarak dan waktu kini bisa berlangsung lebih mudah dan cepat, bahkan sebagian di antaranya bisa dilakukan dari rumah. Penggunaan internet dan gadget sangat identik dengan generasi milenial. Generasi Milenial – atau Generasi Y, yang disebutkan oleh mayoritas peneliti serta ahli demografi sebagai generasi yang lahir pada dalam rentang 1980-an hingga 2000-an merupakan generasi unik yang lahir di tengah-tengah pertumbuhan internet dan kemudahan informasi. 

Milenial adalah generasi kreatif dan cepat yang memanfaatkan perubahan dan peluang yang ada. Mereka (termasuk saya juga sih) saat ini sedang berada dalam Era Disrupsi atau era yang diramaikan dengan munculnya berbagai inovasi dalam teknologi digital serba canggih maupun dalam lingkup hidup sosial sehari-hari. Kelompok umur ini diidentifikasi memiliki karakter yang lebih kritis dan sangat dekat dengan teknologi. Walaupun karakteristik milenial ini berbeda-beda karena tergantung wilayah, kondisi sosial ekonomi, hingga pola hidup tiap individunya, namun terdapat beberapa kesamaan dalam hal penggunaan teknologi. Misalnya saja beralihnya preferensi masyarakat dari taksi konvensional/ojek pangkalan pada layanan ride sharing berbasis on-demand. Orang-orang gemar memulai sesuatu yang sifatnya anti mainstream dan tentunya tidak berbelit-belit.

Kata Chairman CT Corp Chairul Tanjung dalam sebuah artikel, saat ini kita mengalami dua disrupsi yang luar biasa yaitu bidang teknologi karena revolusi industri 4.0 dan gaya hidup karena adanya perubahan generasi. Revolusi industri 4.0 menjadi salah satu alasan yang membawa banyak perubahan dalam kehidupan. Saat ini kita berada pada awal sebuah revolusi yang mengubah cara hidup, bekerja dan berhubungan satu sama lain (Prof Klaus Martin Schwab).
Apa itu Revolusi industri 4.0?
Industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif. Secara sederhana, revolusi industri 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.

Meracik 6 bumbu utama untuk memaksimalkan teknologi di tengah pandemi
Sejarah telah mencatat bahwa cara kerja mesin yang lama akan digantikan dengan teknologi baru. Dengan bermodal gadget dan akses internet, kita sudah bisa mempelajari banyak hal dan mendapatkan rasa aman supaya bisa betah di rumah aja di tengah situasi Pandemi Covid-19. Sejak Maret 2020, imbauan untuk tidak kemana-mana dan tetap di rumah merupakan gerakan bersama untuk menghentikan rantai penyebaran virus korona. Mau tidak mau, kita harus bisa bertahan dan mengusir kebosanan di rumah demi keselamatan diri. Setiap orang bebas memilih bagaimana cara ia mengisi hari-hari dalam kurun waktu yang tidak pasti seperti ini. Tentu saya juga punya cara tersendiri untuk bisa betah di rumah a.k.a kosan. Caranya adalah dengan meracik 6 bumbu utama untuk memaksimalkan teknologi di tengah pandemi. Meracik bumbu ini tidak perlu banyak peralatan seperti ulekan atau blender. Jika kamu ingin mencoba meraciknya, bisa juga dilakukan di rumah yaa! Meski nanti akan memakan waktu berjam-jam, ingatlah yang penting tidak menggunakan bumbu instan yang sudah jadi atau beli di supermarket. Yuk coba! 
Bumbu utama:
1 butir film favorit/video lucu
Kerja dari rumah secukupnya
2 siung komunikasi
1 lembar kursus online
500 gram e-book
1 sdt blog

Cara meracik:
1. Nonton film/drama/video lucu
Alih-alih menonton berita sepanjang hari di rumah, nonton video lucu adalah cara mudah untuk menyelematkan diri sendiri dari tekanan negatif. Setelah mengikuti tayangan Tonight Show yang mengocok perut, saya juga ikuti konten receh di IG @kristo.immanuel yang isinya menirukan suara kambing/ti-rex hahaha. Nonton keduanya bisa bikin ngakak sampai capek juga ternyata. Kalau sudah mulai bosan, saya menggantinya dengan film rekomendasi orang-orang atau drama korea pemenang Baeksang Art Awards. Sejauh ini nonton video receh dan film/drama bisa membantu mengurangi negative vibes dari berita Covid-19 yang berseliweran di luar sana.

2. Work from home (WFH)
Work from home atau bekerja dari kosan adalah pilihan yang diberikan untuk karyawan di kantor karena masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) diberlakukan. Dengan kondisi bekerja dari kosan, maka kebutuhan akses internet yang memadai dan laptop mumpuni sangat diperlukan. Meski sudah memasuki New Normal atau Tatanan Baru untuk beraktivitas kembali, namun WFH masih aktif sampai sekarang sehingga teknologi informasi tetap dimaksimalkan.

3. Video call bersama keluarga/sahabat (jaga komunikasi)
Untuk mengurangi kesendirian dan kekhawatiran, cara ini yang bisa saya lakukan selama di rumah aja. Jauh dari rumah dan menjadi anak rantau sejak 6 tahun lalu adalah tantangan yang saya hadapi. Tapi lagi-lagi, menjaga komunikasi dengan orang terdekat juga perlu. Saling memberi kabar, saling memperhatikan dan mendukung satu sama lain supaya kita juga tidak mudah menyalahkan diri sendiri. Dulu video call bersama keluarga bisa dihitung jari, sekarang jadi rutinitas sehari-hari. Kami sering membahas kondisi, hal-hal baru, aktivitas ringan, bahkan yang serius, yang penting jaga komunikasi.

4. Kursus online
Perlu digaris bawahi kalau di masa pandemi ini kita bukan sedang kecanduan sibuk. Kata Adjie Santosoputro, tidak apa-apa kalau menghadapi situasi saat ini tidak bertambah kemampuan baru atau tidak belajar. Adjie menekankan kalau hidup ini tidak selalu soal kompetisi produktif, bro. Jangan sampai karena mengikuti tren “kursus online” atau “webinar” kita malah lupa untuk rehat dan makin mempersulit keadaan untuk bertahan. Pada dasarnya saya mengikuti kursus di salah satu platform kursus online adalah untuk menambah pengetahuan yang berkaitan dengan blogging. Kursus online yang saya ikuti bertajuk Optimasi SEO untuk Membuat Website Eksis di Halaman Depan Google. Akses internet untuk kursus online sangat dibutuhkan dalam mengikuti materi-materi yang diberikan. Belum lagi harus praktik langsung di laptop, beruntunglah karena kehadiran teknologi memudahkan hidup saya.

5. Baca e-book
Kalau penasaran apa e-book yang saya baca dan mengapa harus baca itu, jawabannya e-book dari Qwords yang berjudul “Cara menghasilkan uang dari blog” adalah pilihan yang saya baca. Sebetulnya ini sederhana saja, saya bukan mau menekankan dua hal yang kontras antara “kompetisi produktif” dan “berhenti kecanduan sibuk”. Tapi saya hanya ingin memperdalam skill dalam dunia blog aja, demi menghasilkan cuan/passive income yang tidak tau kapan akan datang hahaha. Jadi intinya belajar untuk menghidupi atau sekedar upgrade pengetahuan adalah pilihan masing-masing orang. Pilih saja apa bahan bacaan yang membuatmu senang dan tenang, bukan malah terbeban. Sekali lagi, ini adalah berkat kemajuan teknologi.

6. Mulai rajin nge-blog
Kadang-kadang saya merasa terlambat. Saya sudah menekuni dunia blog sejak tahun 2013, tapi tampaknya masih di situ-situ aja. Melihat teman-teman blogger yang sudah melambung dan mengalami kemajuan, saya merasa belum memaksimalkan blog saya dengan baik. Secara tidak langsung era digital mengharuskan kita pintar-pintar melihat peluang, karena peluang akan menghasilkan bagi yang benar-benar memanfaatkan. Kilas balik saat dulu saya sempat punya domain berbayar karena sedang rajin-rajinnya ngeblog, namun itu hanya berlangsung sebentar. Kemudian blog saya kembali tidak terurus, domain itu saya biarkan begitu saja sampai sudah tidak berlaku lagi. Setelah mengikuti kursus online tadi, saya baru sadar kalau domain berbayar bukan hanya sekedar style sebuah blog, namun juga menjadi salah satu teknik SEO. Kata kuncinya adalah “Trusted”. Website kita bisa dipercaya google, misalnya dengan menggunakan template yang profesional, menggunakan HTTPS, ada Customer Service 24 jam, dan sebagainya. Hal ini yang bikin saya ingin fokus dan mulai rajin ngeblog lagi.
Mulai rajin ngeblog
Situasi Pandemi Covid-19 secara tidak langsung menarik saya untuk mengevaluasi banyak hal. Tahun lalu menjadi tahun terpanjang saya untuk hibernasi dari menulis dan dunia blog. Sekarang saya ingin mengisi kekosongan itu dengan berbagai jenis tulisan dan tentu mengganti domain blogspot tersebut menjadi (dot) com lagi. Kali ini saya akan memutuskan untuk membeli domain berbayar di Qwords. Qwords adalah salah satu web hoster yang terpercaya di Indonesia. Qwords juga menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan dunia website karena sampai sekarang mampu menghadirkan berbagai layanan paket terbaik kepada pelanggannya. Tidak hanya dalam skala kecil saja, produk Qwords bisa dibilang mumpuni untuk digunakan oleh para pemilik website atau blog seperti saya. 
Mengapa harus beli domain di Qwords?
Dengan taglinenya "Reliable Fast Web Hosting With Reasonable Price!" saya memilih Qwords karena memiliki server yang cepat dengan harga hosting murah. Kenapa harus Qwords? Berikut ini ada 6 alasan kenapa saya ingin membeli domain di Qwords:
1. Kualitas produk yang utama
Dengan menghadirkan paket unggulan, Qwords menawarkan 2 pilihan paket shared hosting, yaitu paket personal dan paket bisnis dan menyediakan fasilitas terbaik yang dapat dinikmati pelanggan. Qwords merupakan salah satu web hoster yang aman dan andal, sehingga pemilik website bisa memanfaatkan sistem keamanan lebih baik. Selain itu, Qwords juga bisa memberikan akses lebih cepat ke seluruh dunia. Melalui Qwords, kita juga dapat mengoptimalkan traffic website menggunakan teknologi cloud hosting Indonesia dengan layanan unggulan. Sejak tahun 2005, Qwords menghadirkan teknologi menarik dalam mengembangkan akses website dalam skala besar atau kecil. Dari sisi kapasitas teknologi yang digunakan, biasanya dimanfaatkan pada pelayanan perusahaan besar terutama dari sisi web hosting, sedangkan konsep digital terintegrasi juga sudah dikembangkan hingga akhirnya dijadikan sebuah pilihan menarik bagi pengembang website baik berbentuk perusahaan atau perorangan.

2. Layanan support yang responsif
Qwords memiliki layanan support yang responsif. Saat ingin mengganti domain dari blogspot menjadi (dot) com, saya mencoba chat melalui CS (Customer Service) di hari libur dan di luar jam kerja. Hasilnya? Qwords memberikan fasilitas layanan support yang siap sedia kapan pun. Respon terbilang cepat dan jelas, karena pesan saya ditanggapi kurang dari 5 menit. Admin menjelaskan tentang tata cara mengganti domain dan cara memesan melalui link yang sudah disediakan. Jika kita ingin menggunakan fitur WhatsApp, Qwords juga menyediakannya lho! Siapa tahu ingin private dan ringkas melalui fitur chat yang  satu itu.

3. Domain bisa kustom
Domain yang ingin dipakai bisa kustom alias keinginan sendiri. Nama domain digunakan untuk mempermudah pengunjung menuju blog kita. Selain untuk mencerminkan blog, nama domain juga dapat memperkuat branding. Saya akan memilih (dot) com untuk mengganti blog yang lama karena 4 alasan seperti yang dijabarkan Qwords, yaitu: International, Popular, Professional, serta Attention & Trust. Setelah saya cek domain yang saya inginkan di Qwords, ternyata onixoctarina.com masih tersedia. Semoga setelah niat ini terwujud, saya bisa menerapkan teknik SEO dengan maksimal dan juga makin konsisten mengisi beranda di blog.

4. Memiliki panduan lengkap untuk pengguna
Panduan yang lengkap adalah cerminan dari layanan yang bagus, apalagi web hoster adalah salah satu jenis layanan yang memerlukan banyak penjelasan/tata cara. Berita baiknya, Qwords menyediakan panduan lengkap yang bisa kita temukan di halaman http://kb.qwords.com/. Panduan/dokumentasi lengkap tersebut berisi tentang layanan Qwords dan ratusan panduan terkait domain, hosting dan lainnya yang dapat dipelajari. Ketersediaan panduan lengkap dari Qwords ini juga menjadi salah satu andalan bagi pemula. Proses belajar sampai penggunaan layanan web hosting dari Qwords ini bisa dicermati secara detail agar nantinya pelanggan tahu seperti apa proses yang harus diikuti. Seperti halnya penjelasan yang diarahkan Admin (Layanan Support) ke link terkait untuk memudahkan pengguna membeli dan mengganti domain baru.

5. Banyak promo/diskon
Siapa yang tidak suka promo/diskon? Bahkan ada yang menggemari istilah berburu diskon/sale karena kapan lagi bisa menikmati diskon cuma-cuma? Dalam periode ini (hingga 30 Juni), Qwords menyediakan promo special untuk pembelian domain (dot) com dari 165k kini hanya cukup membayar 135k. Selain itu, terdapat syarat dan ketentuan yang berlaku seperti promo hanya berlaku untuk registrasi baru dan untuk 1 tahun pertama. Jika tidak memesan melalui halaman terkait, maka dapat menggunakan Voucher:COMJUN20. Yuk langsung aja meluncur ke website Qwords karena masih ada ketentuan lainnya yang harus dipastikan.

6. Metode pembayaran lengkap
Metode pembayaran di Qwords terbilang lengkap. Mulai dari bank transfer sampai bayar tunai juga bisa. Metode pembayaran untuk pembelian di Qwords bisa dilakukan melalui Bank transfer (BNI, Mandiri, BCA), Virtual Account (Mandiri, BNI, bii, Permata Bank, KEB Hana Bank, ATM Bersama), kartu kredit (Visa dan Master), Alfamat, DOKU Wallet, PayPal dan Cash (bayar dikantor Qwords atau pameran). Hal ini tentu memudahkan kita untuk melakukan transaksi, karena tidak menjadi alasan lagi jika berdalih “ah kena fee transfer” atau “yah, cuman bisa bayar lewat ini doang". Qwords sudah memfasilitasinya!

Kesimpulan
Kalau ke-6 bumbu utama sudah diracik untuk bisa memaksimalkan teknologi di tengah pandemi, kamu bisa menyimpannya rapat-rapat di notes/catatan pribadi. Tidak perlu disimpan dalam wadah kedap udara atau dalam lemari es. Bahkan kamu bisa menggunakannya berkali-kali demi menemani hari-hari dan dijamin tidak mudah basi. Barangkali setelah selesai pandemi ada skill/kemampuan yang bertambah ya disyukuri, namun jika tidak sama sekali juga tidak apa-apa. Intinya kita sama-sama sedang mencoba bertahan di rumah dengan memaksimalkan sumber daya yang ada.

Perlu diingat kalau kita tidak harus selalu aktif, karena masa sulit ini bukan kompetisi produktif.
Selamat mencoba!


Artikel ini diikutkan dalam Qwords Blog Competition #OnlineinAja dan #LombaBlogQwords

27 komentar:

  1. Murid Ernest Prakasa tulisannya memang mantap! 👍

    BalasHapus
  2. Thanks for sharing.

    Saya juga makin produktif ngeblog sejak pandemi. Jadi mengais ngais memori lagi tentang cerita cerita perjalanan atau pengalaman yang menarik untuk dishare.

    Kalau load kerjaan, saya malah nambah load kerjaannya sejak WFH, meeting makin banyak sehari menunya kayak minum obat (3-4 kali sehari). Jadi keinginan untuk kursus online harus ditunda dulu.

    Stay healthy

    BalasHapus
  3. Selain balik jadi wibu dan menandaskan ratusan episode anime, saya juga jadi aktif ngeblog lagi. Karena banyak gabutnya kali ya, ngeliat berita sama timeline sumpah bikin puyeng.

    Dulu pas beli domain di Qwords lewat Alfamart, kebetulan baru dapet amplop uang saku beres lokakarya gitu. Tadinya mau pake OVO tapi ternyata saldonya kurang sepuluh rebu haha.

    BalasHapus
  4. Kayaknya kemajuan saya di saat pandemi ini tidak ada, ngeblog masih biasa saja, nonton video lucu juga jarang karena ngirit kuota, begitu juga video call sama keluarga.

    Banyak juga ya keuntungan beli domain di Qwords.kualias produknya bagus, ada layanan support yang responsif dll.

    BalasHapus
  5. Menarik tulisannya, formula yang jika diterapkan bakal menghasilkan sesuatu. Ketika pagebluk seperti sekarang hasrat untuk ngeblog kembali bergairah. Meskipun euforia semata, tapi patut dirayakan. Sing penting yakin

    BalasHapus
  6. Astaga, betapa uniknya ini ..., lihat judulnya aku nebak-nebak kira- kira bumbu dapur apaan saja yang dipakai .., owh ternyata beda 😆!

    Sungguh inspiratif jenis bumbunya.

    BalasHapus
  7. nonton tonight show juga ya mbak ? saya juga lho, bikin ngakak malem-malem memang :D

    BalasHapus
  8. Satu lagi, bikin blog ada videonya, biar makin semangat ngeblog :)

    BalasHapus
  9. Ih keren tulisannya kaya resep masakan hihi

    BalasHapus
  10. Hi mba Onix, maaf baru berkunjung balik 😁 eniho saya setuju sama poin-poinnya ~ dan beberapa juga saya terapkan dalam hidup saya 🙈

    Salah satunya dengan memilih tontonan, biasanya saya lebih suka tontonan santai yang nggak perlu banyak berpikir meski kadang ada diselipkan satu dua series yang cukup membuat saya berpikir 😂 dan selain itu, saya juga lebih rajin menulis blog dan blogwalking karena dengan blogwalking, saya bisa tambah ilmu juga 🤭

    However, walau saya selama corona ini lebih sering WFH, tapi saya belum pernah ikut webinar 😂 buka sosmed juga bisa dibilang sangat amat jarang karena berfokusnya di blog saja saat waktu luang 😁 hehe. Semoga apapun kegiatan kita, bisa menjadi manfaat untuk kita yah dan semoga domain yang mba idamkan bisa mba miliki secepatnya ❤

    BalasHapus
  11. Onix tulisannya unik, kayak namanya. Aku juga #tonightlovers nih, ntos dulu yuk!

    Keren banget ditambahi dengan infografis juga. Semoga hasil kompetisinya menyenangkan ya, Nix. Salam kenal XD

    BalasHapus
  12. Wah setelah baca2 jadi ngerti tentang melenial dan industri 4.0 Tapi sekarang sudah mulai masuk babak baru nih, babak new normal. Semoga babak baru ini tidak berdampak pada keadaan para melenial dan industri 4.0

    BalasHapus
  13. Semoga sukses ya mbak dalam Qwords Blog Competition....dan racikan 6 bumbunya mantap sekali buat menjalani kehidupan lebih menyenangkan dalam situasi pandemi ini yg tak tahu kapan akan usai

    BalasHapus
  14. Waaah keren nih idenya ada resep bumbu untuk memaksimalkan teknologi di masa pandemi. Hihihi
    Resep takaran blognya emg pas bgt, kadang 1/4 kadang 1/2 tergantung kerjaan yg lain udh beres blm. Xixixi
    Qword oke juga yaa. Boleh lah aku kepoin nih

    BalasHapus
  15. Website komunitasku juga pake Qwords mba! Alhamdulillah sampai saat ini ngga ada masalah berat yang muncul. Kita dari pengurus berganti pengurus nyaman-nyaman aja pakainya. Mana domain .com nya juga terjangkau banget!

    BalasHapus
  16. Bumbu racikannya mantaff mbak... Tpi sy cmn satu dua aja yg sy racik 😁 biar ga boring, sy msh blom kepikiran bli domain mbak, dl blog pertama sempet sih domain.com,..udah lumyn lama setahun setengah, lalu almarhum deh tu blog

    BalasHapus
  17. ayo semangat lagi ngeblognya, nungguin ini jadi TLD :))

    thanks atas tipsnya

    BalasHapus
  18. Banyak kebiasan baru yang muncul dan tiba-tiba ngetrend saat pandemi ini.
    ya inilah new normal, kehidupan normal dengan kebiasan baru yang sebenarnya tak lazim kita lakukan beberapa waktu lalu

    BalasHapus
  19. Aku jadi tertarik untuk mencoba kursus online untuk menambah keahlian dan pengetahuan

    BalasHapus
  20. Snack juga perlu tuuhh..
    Guna menggemukkan badan aowkowkwowk :v.

    BalasHapus
  21. baru berkunjung sekali kesini dan tulisannya unik! sukak!
    emang sih yaa pas masa pandemi lebih banyak berinteraksi dgn yg namanya gadget dan teknologi, ditambah rebahan yg nyaman, wkwk.

    sebisa mungkin masih mencoba buat produktif, walau kadang jenuh juga. tapi tak apa, harus semangaat.. ehe

    BalasHapus
  22. nonton film komedi itu mantap banget Mba, saya kapan hari nonton film Thailand lucu, ya Allaaahh, sampai hampir ngompol deh rasanya, dan jadinya senang aja gitu abis menonton :)

    Btw ngeblog juga menyenangkan sih buat saya, jadi bikin lebih punya teman buat curcol :D

    BalasHapus
  23. Kak, tulisanmu keren sekali, ditambah infografisnya juga maksimal sekali, nggak punya cita-cita ngasih tutorial bikin infografis sekece itukah?

    Anyway, aku juga seneng di rumah aja karena aku tipe penyendiri.

    BalasHapus
  24. nomor 1 itu penting banget
    entah drama atau video lucu jadi ga bosan
    ngeblog juga sih mati gaya kalau enggak ngeblog
    makanya teknologi yang maksimal di tengah pandemi ini sangat penting sekali ya mbak

    BalasHapus
  25. dari judulnya aja udah menarik dan unik. sukaaa saya mbak! btw selama pandemi juga saya banyak berselancar di internet baik itu nonton video maupun drama juga karena baru pasang wifi untuk menunjang belajar via online mau gak mau hehe. Mbak, infografiknya keren bangettt saya pengen bisa bikin begitu huhu.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.